PHBS kependekan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu meningkatkan, memelihara, dan melindungi kesehatannya baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial.
Tujuan utama dari gerakan PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan. Dengan ini tiap individu diharapkan dapat turut dapat berkontribusi dalam menjalani perilaku yang bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari.
Tatanan PHBS melibatkan beberapa elemen. PHBS rumah tangga merupakan salah satu elemen utama dalam tatanan PHBS yang bertujuan memberdayakan seluruh anggota rumah tangga untuk tahu, mau dan mampu menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat sehingga setiap keluarga bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat, tidak mudah terkena penyakit, serta mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Penerapan PHBS di tingkat rumah tangga akan membantu dalam meminimalisir masalah kesehatan dan menciptakan keluarga yang sehat. Terlebih lagi di masa pandemik, PHBS di nilai sebagai kunci keberhasilan upaya pencegahan dan pengendalian virus COVID-19 agar individu, keluarga, dan masyarakat tidak tertular di masa adaptasi kebiasaan baru.
Adapun 10 indikator PHBS di tingkat rumah tangga yang dinilai sebagai acuan keberhasilan dari praktik perilaku hidup bersih dan sehat adalah sebagai berikut:
- Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
Menurut Ketua Komite Ilmiah International Conference on Indonesia Family Planning and Reproductive Health (ICIFPRH), Meiwita Budhiharsana, hingga tahun 2019 AKI (Angka Kematian Ibu) di Indonesia masih tetap tinggi untuk kawasan Asia Tenggara, yaitu 305 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Secara Nasional, penyebab terbesar dari kematian Ibu adalah pendarahan. Sementara untuk kasus di Yogyakarta penyebab paling tinggi justru karena penyakit jantung, preeklampsia kemudian disusul pendarahan.
Salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka kematian ibu adalah melalui peningkatan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Sebagian besar komplikasi saat persalinan bisa dicegah atau ditangani jika setiap ibu hamil memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan profesional. Karena itulah, persalinan dengan bantuan tenaga kesehatan menjadi salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang perlu diterapkan di Indonesia.
Persalinan yang mendapat pertolongan dari pihak tenaga kesehatan baik itu dokter, bidan ataupun paramedis memiliki standar dalam penggunaan peralatan yang bersih, steril dan juga aman. Langkah tersebut dapat mencegah infeksi dan bahaya lain yang beresiko bagi keselamatan ibu dan bayi yang dilahirkan.
- Memberi bayi ASI eksklusif
ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang lengkap sesuai kebutuhan bayi pada enam bulan pertama kehidupannya, sehingga bayi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Air Susu Ibu pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum), sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit.
Selain itu, pemberian ASI eksklusif juga mengurangi risiko bayi terkena diare. Pasalnya, diare sering berakhir fatal jika dialami oleh bayi. Adanya ASI eksklusif juga memberikan efek positif terhadap kesehatan ibu dan bayi dalam jangka panjang. Misalnya, mengurangi risiko obesitas pada anak-anak dan remaja.
Disarankan Ibu segera menyusui bayi paling lambat 30 menit setelah melahirkan untuk merangsang agar ASI cepat keluar dan menhentikan pendarahan. Berikan hanya ASI saja, tanpa tambahan makanan dan minuman hingga bayi berusia 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, selain ASI diberikan pula Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk makanan lumat dan jumlah yang sesuai dengan perkembangan umur bayi.
- Menimbang bayi dan balita secara berkala
Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan. Kegiatan ini.dapat dilakukan di Posyandu sejak bayi berusia 1 bulan hingga 5 tahun. Posyandu dapat menjadi tempat untuk mendapatkan penyuluhan gizi dan kelengkapan imunisasi. Penimbangan secara teratur juga dapat memudahkan deteksi dini kasus gizi buruk.
- Menggunakan air bersih
Air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk menjalani hidup sehat. dipergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian, dan sebagainya, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit. Syarat dari air bersih dapat tinjau melalui indera manusia yaitu secara fisik tidak berwarna, tidak keruh, tidak berasa, dan tidak berbau. Air yang telah terkontaminasi bisa menjadi sumber penyebaran banyak penyakit. Misalnya, diare, kolera, dan disentri.
- Mencuci tangan dengan air dan sabun
Praktek ini merupakan salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan menggunakan air dan sabun sehingga bebas dari bakteri atau virus. Mencuci tangan juga dipandang sebagai salah satu langkah pencegahan penularan berbagai jenis penyakit. Hal ini dilakukan karena tangan sering kali menjadi agen yang membawa kuman atau virus dan menungkinkan untuk berpindah dari satu ornag ke orang lain, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung (seperti handuk, gelas, peralatan makan, dll.).
- Menggunakan jamban sehat
Jamban merupakan fasilitas sanitasi penting yang berkaitan dengan unit pembuangan kotoran dan air untuk keperluan pembersihan. Penggunaan jamban dimaksudkan untuk menjaga lingkungan bersih, sehat, dan tidak berbau. Adapun syarat dari jamban sehat adalah lubang penampungan yang berjarak minimal 10 meter dari sumber air minum, tidak berbau, penampung kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga atau tikus, mudah dibersihkan dan aman digunakan. Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih dan bebas dari sumber penyakit.
- Memberantas jentik di rumah sekali seminggu
Nyamuk merupakan sumber berbagai jenis penyakit dan memutus siklus hidup makhluk tersebut menjadi bagian penting dalam pencegahan berbagai penyakit. Tempat-tempat di dalam rumah yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk di antaranya bak mandi/WC, vas bunga, tatakan kulkas, dll. Disarankan anggota rumah tangga akukan 3M untuk memberantas sarang nyamuk yaitu menguras tempat penampungan air (bak mandi, tatakan kulkas, vas bunga, dll.), menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur/menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air (ban, kaleng, dan plastik tidak terpakai).
- Konsumsi buah dan sayur
Makan sayur dan buah setiap hari sangat penting karena mengandung vitamin dan mineral yang mengatur pertumbuhan tubuh optimal dan sehat, serta serat yang tinggi untuk memelihara usus. Setiap anggota rumah tangga dianjurkan mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari. Semua sayur bagus untuk dimakan, terutama sayuran yang berwarna (hijau tua, kuning dan oranye) seperti bayam, kangkung, dan wortel. Semua buah juga bagus untuk dimakan, terutama yang berwarna (merah, kuning) seperti mangga, pepaya, dan jeruk.
- Melakukan aktivitas fisik setiap hari
Aktivitas fisik dapat berupa kegiatan olahraga ataupun aktivitas bekerja yang melibatkan gerakan dan keluarnya tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Adapun aktivitas fisik dapat dilakukan di bawah sinar matahari pagi guna meningkatkan kekebalan tubuh melalui perolehan vitamin D.
- Tidak merokok di dalam rumah
Perokok aktif dapat menjadi sumber berbagai penyakit dan masalah kesehatan bagi perokok pasif seperti gangguan mata dan paru-paru. Tidak merokok di dalam rumah dapat menghindarkan keluarga dari berbagai masalah kesehatan.
Paparan informasi di atas terangkum dalam media infografis berikut ini:
Terkait dengan pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19), pemerintah Indonesia juga telah menganjurkan berbagai langkah yang dapat dilakukan oleh anggota keluarga untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan rumah guna mengurangi risiko tertular COVID-19. Adapun upaya yang dapat diterapkan keluarga untuk terhindar dari COVID-19 sebagai berikut:
- Makan makanan bergizi seimbang
Pola makan yang sehat dengan asupan gizi seimbang menjadi bagian penting untuk mendukung sistem daya tahan tubuh di masa pandemi COVID-19. Dalam satu piring makan sehari-hari sebaiknya terdiri dari makanan pokok (contoh: 150 gr/ 3 centong nasi), lauk-pauk (contoh: 80 gr/ 2 potong ayam, 55 gr/ 1 butir telur, 70 gr/ 2 potong daging sapi sedang), sayur-sayuran (150 gr/ 1 mangkok), dan buah-buahan (contoh: 150 gr/ 2 potong papaya, 110 gr/ 2 buah jeruk, 50 gr/ 1 buah pisang).
- Istirahat atau tidur yang cukup
Istirahat selama tujuh hingga delapan jam dinilai sebagai waktu yang cukup untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh.
- Setibanya di rumah langsung mandi
Setelah berpergian, segera mengganti baju/mandi sesampainya di rumah untuk menjaga kebersihan tubuh dari kontak virus.
- Tutup mulut saat batuk dan bersin
Tutupi mulut dengan lengan atas atau tisu, lalu langsung buang tisu ke tempat sampah tertutup dan segera cuci tangan.
- Jaga kebersihan rumah secara rutin
Bersihkan secara rutin benda-benda yang sering disentuh di rumah dengan disinfektan dan perabot seperti meja, kursi, gagang pintu, dll.
Mengajarkan PHBS pada anak juga penting untuk dimulai sejak dini, terutama di masa perjuangan menghadapi pandemi. Pasalnya, anak-anak termasuk bagian dari kelompok yang rentan terpapar COVID-19. Dari total kasus COVID-19 di Indonesia tercatat pad tanggal 2 Agustus 2020, proporsi anak usia 0-5 tahun yang meninggal karena COVID-19 di Indonesia sebanyak 1%, dan usia 6-18 tahun sebanyak 1,1%.
Angka kematian anak di Indonesia ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara Korea Selatan, China, Spanyol, dan Italia yang tidak memiliki catatan anak usia 0-9 tahun meninggal karena COVID-19. Sementara anak berusia 10-19 tahun yang meninggal di empat negara tersebut berkisar 0-0,2 persen.
Oleh karena itu dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan anak, orang tua bertanggung jawab untuk melindungi dan memberikan arahan pada anak-anak terkait pencegahan COVID-19 melalui pembiasaan PHBS, yang dimulai dari lingkungan rumah dan keluarga. Adapun cara-cara yang dapat diterapkan orang tua untuk membantu dalam mengenalkan PHBS pada anak-anak dapat diperhatikan melalui media poster berikut:
Tak sedikit juga orang tua mengeluhkan soal anak yang susah makan sayur dan buah. Padahal sebagai bagian dari indikator PHBS, konsumsi buah dan sayur dapat memberikan anak nutrisi yang seimbang guna mendukung pertumbuhan yang optimal. Lantas, hal apa yang dapat dilakukan orang tua guna membuat anak mau memakan buah dan sayur? Berikut beberapa strategi yang dapat digunakan orang tua untuk mengajak anak rutin makan buah dan sayur:

Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat tersebut di tingkat rumah tangga, masyarakat diharapkan bisa meningkatkan kualitas kesehatan pribadi serta keluarga dan menciptakan lingkungan yang sehat. Informasi lebih lanjut terkait PHBS rumah tangga dapat diakses melalui link berikut:
(Tim KKN PPM UGM Argomulyo 2020)
Daftar Pustaka:
Agung. (2019). AKI di Indonesia Masih Tinggi. Diperoleh dari https://www.ugm.ac.id /id/berita/17548-aki-di-indonesia-masih-tinggi pada bulan Agustus 2020.
Arif, A. (2020). Kasus COVID-19 pada Anak Melonjak. Diperoleh dari https://bebas.kompas.id/baca/bebas-akses/2020/08/07/kasus-covid-19-pada-anak melonjak/#:~:text=Data%20dari%20Satuan%20Tugas%20Penanganan,atas%2060%20tahun%2011%2C6 pada bulan Agustus 2020.
Kemeterian Kesehatan RI. (2014). Infodatin Mother’s Day: Situasi Kesehatan Ibu. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2016). 10 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga
Kementerian Kesehatan RI. (2016). PHBS. Diperoleh dari http://promkes.kemkes.go.id /phbs pada bulan Juli 2020. Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Panduan Pencegahan Penularan COVID-19 untuk masyarakat. Diperoleh dari http://promkes.kemkes.go.id/panduan-pencegahan-penularan-covid-19-untuk-masyarakat pada bulan Juli 2020.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Isi Piringku Sekali Makan. Diperoleh dari http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/14/isi-piringku-sekali-makan pada bulan Agustus 2020
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. (2020). Ajari Anak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Masa New Normal. Diperoleh dari https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/2764/ajari-anak-perilaku hidup-bersih-dan-sehat-di-masa-new-normal pada bulan Juli 2020.
Kementerian Sosial RI. (2020). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Diperoleh dari https://www.kemsos.go.id/perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-phbs pada bulan Juli 2020
Rahardini, A. (2019). 10 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Rumah Tangga. Diperoleh dari https://www.sehatq.com/artikel/perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-dalam-rumah-tangga pada bulan Agustus 2020
Susiana, S. (2019). Angka Kematian Ibu: Faktor Penyebab dan Upaya Penanganannya. Bidang Kesejahteraan Sosial, Info singkat: Kajian singkat terhadap isu aktual dna strategis, 11(24), 13-18.



Selanjutnya...
LPJ APBKal Tahun 2020
Musrenbangdes Argomulyo Untuk Penyusunan RKP 2021
Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Memasuki Rumah Setelah Bepergian